Terkini.id, Jakarta - Skandal manipulasi uji tabrak dilakukan anak perusahaan Grup Toyota, Daihatsu. Imbasnya bukan cuma ke Daihatsu. Toyota menyebut pada Rabu 21 Desember 2023 bahwa pihaknya akan menangguhkan pengiriman semua model mobil yang saat ini diproduksi baik di Jepang maupun di luar Jepang.
Ini adalah buntut pengungkapan baru tentang kecurangan dalam uji keselamatan (Kazuhiro NOGI).
“Daihatsu hari ini memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman semua model yang dikembangkan Daihatsu yang saat ini sedang diproduksi, baik di Jepang maupun di luar negeri,” kata Toyota dalam sebuah pernyataan menyusul laporan panel independen mengenai skandal uji keselamatan yang dilakukan oleh Daihatsu.
Daihatsu memproduksi 1,1 juta kendaraan selama 10 bulan pertama tahun ini, hampir 40 persen di antaranya diproduksi di luar negeri, menurut data Toyota. Perusahaan ini menjual sekitar 660 ribu kendaraan di seluruh dunia selama periode tersebut dan menyumbang 7 persen dari penjualan Toyota.
Daihatsu Setop Kirim Mobil Bermasalah untuk Domestik dan Luar Negeri
Toyota mengatakan pada hari Rabu bahwa model yang terkena dampak termasuk model untuk pasar Asia Tenggara seperti Thailand, Indonesia, Malaysia, Kamboja dan Vietnam serta negara-negara Amerika tengah dan Selatan seperti Meksiko, Ekuador, Peru, Chili, Bolivia dan Uruguay.
"Investigasi independen menemukan kejanggalan baru pada 174 item dalam 25 kategori pengujian selain kesalahan yang sebelumnya terdeteksi pada bulan April dan Mei yang melibatkan bagian pintu dan uji tabrakan samping,” kata Toyota.
Jumlah model mobil yang dikaitkan dengan pelanggaran kini berjumlah 64, termasuk 22 model yang dijual oleh Toyota.
“Dengan sertifikasi yang menjadi ‘persyaratan utama’ bagi produsen mobil untuk menjalankan bisnis, kami menyadari betapa parahnya pengabaian Daihatsu, yang telah mengguncang fondasi perusahaan sebagai produsen mobil,” kata Toyota.
Dalam pernyataannya sendiri, Daihatsu menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya karena mengkhianati kepercayaan pelanggan dan pemangku kepentingan.
Toyota dan Daihatsu mengatakan mereka tidak mengetahui adanya kecelakaan yang diakibatkan pemalsuan tersebut, namun "verifikasi teknis menyeluruh" sedang dilakukan.















