Ganjar Pranowo Sayangkan Program Food Estate Tidak Diserahkan ke Petani

Ganjar Pranowo Sayangkan Program Food Estate Tidak Diserahkan ke Petani

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran membantah klaim lumbung pangan nasional (food estate) di Gunung Mas, Kalimantan Tengah, gagal dan merusak lingkungan.

Mewujudkan lumbung pangan ini bukan proses yang instan, bukan sehari dua hari, sebulan, setahun, direncanakan lalu membuahkan hasil, melainkan butuh proses panjang," kata Komandan Komunikasi TKN Prabowo-Gibran, Budisatrio Djiwandono dalam keterangan tertulisnya, Senin

Budi mengklaim program Lumbung Pangan Nasional di Sumatera Utara dengan fokus tanaman produk hortikultura sudah membuahkan hasil. Begitu pula dengan lahan di kawasan Gunung Mas, Kalimantan Tengah, telah ditanami jagung dan singkong.

Hal tersebut, kata dia, merujuk pada evaluasi dan pengawasan yang dilakukan Komisi IV DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Pertanian.

"Lahan di Kabupaten Gunung Mas yang sering menjadi sorotan berbagai pihak, per hari ini sudah tertanam dan akan panen 8 hektare jagung dan 5 hektare singkong. Produktivitas singkong mencapai 20 ton per hektare dan jagung 6 ton per hektare," ucapnya.

Budi melanjutkan, "Proses ini memang memakan waktu, perlu dievaluasi kondisi tanah di Gunung Mas. Setelah evaluasi, baru ditemukan formula tepat, tanaman apa yang bisa mengisi lahan di Gunung Mas."

Di sisi lain, dia juga membantah tudingan yang menyebut proyek lumbung pangan nasional di Kabupaten Gunung Mas merusak lingkungan.

Berdasarkan kondisi di lapangan, kata Budi, lahan yang digunakan untuk food estate adalah lahan eks area hutan produksi yang tidak produktif. Mayoritas lahannya kering, semak belukar, pohon yang tumbuh berdiameter kecil, dan minim vegetasi yang nilai ekonominya rendah

Kalau dibilang area ini ada nilai biodiversitas tinggi itu tidak benar karena kawasan lumbung pangan yang izinnya diberikan KLHK ini dikelilingi area hutan tanaman industri dan sawit," katanya.

Lebih dari itu, kata dia, masyarakat Gunung Mas juga menyambut gembira program lumbung pangan nasional. Mereka melihat ini kesempatan lapangan kerja terbuka.(viva.co.id)