Banser Surabaya Ricuh dengan Jemaah Syafiq Riza Basalamah, Begini Kronologinya

Banser Surabaya Ricuh dengan Jemaah Syafiq Riza Basalamah, Begini Kronologinya

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

"Sebab itu, jelas kami menolak penceramah-penceramah yang dikit-dikit mengatakan sesat, bid’ah, dan apalagi menyalahkan amaliyah-amaliyah kelompok lain khususnya NU," ujar Rizam.

"Kami pun meminta pihak panitia untuk membuat meme pembatalan kegiatan tersebut. Agar tidak ada pengerahan massa dan jamaah," sambungnya.

Akan tetapi, kata Rizam, hingga sore hari pembuatan meme pembatalan kegiatan diingkari oleh pihak panitia, bahkan banyak jamaah yang berdatangan.

Kendati demikian, Ansor dan Banser tetap berupaya menjaga kondusifitas dan mengawal kesepakatan sebelumnya.

"Awal keributan saat menjelang Maghrib. Sahabat-sahabat Ansor-Banser yang berada di lokasi ingin masuk dan melaksanakan shalat jamaah, namun ditolak dan diusir oleh panitia. Dan bahkan terjadi pemukulan seperti di video yang beredar," bebernya.

Setelah shalat Maghrib berjamaah, panitia melalui speaker masjid mengumumkan bahwa kegiatan pengajian akan tetap dilanjutkan.

"Nah, ini kemudian yang menjadi keributan kedua," ungkap Rizam.

Ketika itu, kader Ansor dan Banser hendak mencoba masuk masjid untuk menanyakan itikad baik dari takmir masjid dan yayasan. Namun, beberapa jamaah tiba-tiba dari belakang memukul Ketua PAC GP Ansor Rungkut, Lukman.

"Beruntung langsung dilerai oleh sahabat-sahabat Banser lainnya sebagaimana dalam video yang beredar," ungkapnya.

Ia pun menegaskan, bahwa narasi dan video bahwa Ansor dan Banser membubarkan pengajian Ustaz Syafiq Riza Basalamah adalah tidak benar.

Sebab, menurutnya, kesepakatan meniadakan pemateri Ustadz Syafiq Riza Basalamah adalah kesepakatan bersama, tapi panitia mengingkari perjanjian tersebut.

Untuk itu, melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PC GP Ansor Kota Surabaya, pihaknya pun melaporkan aksi kekerasan yang dilakukan oknum jemaah Syafiq Riza Basalamah itu ke Polrestabes Surabaya lantaran akibat kejadian itu sejumlah anggota Ansor dan Banser mengalami luka-luka.

"Bukti video sudah jelas yang melakukan kekerasan awalnya adalah mereka. Dan kami tidak sedikitpun mundur untuk tetap mengawal dakwah Islam yang rahmatan lil alamin, tanpa ujaran-ujaran kebencian," tegasnya.