Menurut Solihin, banjir bandang ini memang terjadi karena kehendak Tuhan, tapi disisi lain juga ada campur tangan manusia di dalamnya. Pertama karena adanya penebangan pohon di kawasan hutan lindung yang ada di wilayah Maipi yang sudah puluhan tahun lamanya berlalu, tapi dampaknya baru terasa sekarang.
Tingginya intensitas curah hujan pada waktu itu juga menjadi salah satu faktor utama. Hujan yang terjadi hingga seminggu lamanya, menyebabkan debit air meningkat, dan sungai Masamba meluap.
Jika kita masih mempercayai hal-hal ghaib, itu juga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir.
"Menurut kepercayaan orang tua kita dahulu, buang sampah sembarangan di sungai bisa membuat marah roh-roh penunggu yang ada di sungai," jelas Solihin.
Peran BUMDes Baloli Turut Membantu untuk Pulih
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) memiliki potensi yang besar untuk memajukan dan menggerakkan perekonomian di perdesaan. Sebab, dengan optimalisasi BUMDes, masyarakat dapat berperan aktif dalam mengelola sumber daya yang ada menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Hal tersebut terbukti diterapkan oleh BUMDES 'Batu Sosoan' Desa Baloli Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara yang PAD-nya mencapai Rp 5 sampai 10 juta sebelum banjir bandang pada 2020. Hal ini diungkapkan oleh Solihin, kepala Desa Baloli.
Desa Baloli mayoritas masyarakat penggarap sektor perkebunan, maka pengurus beralih memanfaatkan BUMDes sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa dengan menyentuh wisata bernuansa pedesaan.
Wilayah berpenduduk dengan mata pencaharian petani ini setiap harinya mengelolah lahan mereka yang berada di bantaran sungai.
Melalui Karang Taruna yang bekerja sama dengan BUMDES akhirnya membangun ekonomi kreatif (Ekraf), seperti pembuatan sarana umum untuk disewakan, diantaranya : Gasebo, Aula, Taman di bantaran sungai, bahkan membangun Rumah Semut dan berbagai macam wahana lainnya. Semua fasilitas ini dikelolah oleh BUMDES bekerja sama dengan Karang Taruna desa Baloli, tutur Solihin.
Namun semua usaha BUMDES ini terhenti pada tanggal 13 Juli 2020 karena terjangan banjir bandang, semua sarana usaha BUMDES yg dibangun tersapu air. Meskipun masih ada yang tersisa akan tetapi butuh direhabilitasi agar layak digunakan.















