Terungkap, RT Pasren Berbohong di Pengadilan Soal Keluarga Terpidana Vina Cirebon Tawarkan Uang

Terungkap, RT Pasren Berbohong di Pengadilan Soal Keluarga Terpidana Vina Cirebon Tawarkan Uang

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini - Sosok Pak RT Pasren kini tengah menjadi sorotan publik lantaran kesaksiannya di pengadilan menjadi penyebab 5 terpidana Vina Cirebon mendekam di penjara dan dihukum seumur hidup.

Kesaksian pak RT Pasren yang menjadi penyebab kelima terpidana Vina Cirebon divonis hukuman penjara seumur hidup pada 2016 silam, yakni terkait para terdakwa itu menginap di rumah Ketua RT bernama lengkap Abdul Pasren tersebut.

Dalam kesaksiannya di pengadilan kala itu, Abdul Pasren mengaku bahwa kelima terpidana, yakni Jaya, Supriyanto, Eka Sandi, Eko Ramadhani, dan Hadi Saputra tak menginap di rumahnya saat malam terjadinya pembunuhan terhadap Vina Cirebon.

Sedangkan, para saksi lainnya yakni Pram, Teguh, Okta dan Saefuddin yang pada malam itu nongkrong bersama kelima terpidana tersebut bersaksi bahwa kelima rekan mereka itu nginap di rumah pak RT Pasren saat malam kejadian.

Terbaru, kebohongan pak RT Pasren saat bersaksi di pengadilan diungkap para keluarga dari kelima terpidana itu.

Kebohongan Pasren ketika bersaksi di pengadilan itu, yakni soal pernyataannya kepada majelis hakim saat persidangan dimana dia menyebut bahwa para keluarga terpidana menawarkan uang kepadanya agar ia mau mengaku bahwa kelima terdakwa itu menginap di rumahnya saat malam kejadian.

Menurut pihak keluarga dari para terpidana, pernyataan Abdul Pasren itu tidak benar alias bohong. Hal itu diungkapkan pihak keluarga saat menemui politisi Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

"Itu mengutip putusan pengadilan bahwa pak RT Pasren bercerita bahwa dia didatengin oleh keluarga terpidana dengan pengacaranya mengiming-imingi uang untuk pak RT berbohong, tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya. Itu putusan pengadilan," kata Dedi Mulyadi kepada keluarga kelima terpidana, dikutip terkini dari tayangan video unggahan kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi, Selasa, 25 Juni 2024.

Dedi pun lalu menanyakan kepada para keluarga terpidana, siapa di antara mereka yang pada tahun 2016 menemui pak RT Tasren.

"Sekarang saya nanya yang jujur, yang datangin pak RT pada 2016 siapa?" tanya Dedi.