"Beliau merupakan anak pemilik namun memiliki keterbelakangan kecerdasan IQ dan EQ yang sudah pernah di tes," bebernya.
Kemudian, pihak Lindayes juga mengungkap bahwa George Sugama Halim juga pernah melakukan aksi penganiayaan terhadap adik dan ibu kandungnya sendiri, Linda Pantjawati.
"Dan memang bahkan bukan hanya terjadi kepada saudari melainkan terjadi juga kepada pemilik dan saudaranya. Pemilik Wanita pernah mengalami patah tulang lengan dan memar akibat dibanting oleh pelaku, Dan adik laki-laki pelaku pernah mengalami luka di kepala yang juga anda alami," ungkapnya.
Akan tetapi, aksi penganiayaan itu tidak dilaporkan oleh Linda Pantjawati karena pelaku adalah anak kandungnya.
"Namun adalah sulitnya bagi seorang ibu, sejelek-nya anaknya untuk diproses hukum karena kasih sayang seorang ibu walaupun ia yang menjadi korban sekali pun," tuturnya.
Dalam unggahannya itu, pihak Lindayes juga menjelaskan alasan pihaknya tidak berkomunikasi ke korban usai kejadian penganiayaan itu. Hal tersebut lantaran pihaknya menunggu informasi dari kepolisian.
"Pun bahwa kesalahpahaman mengenai tidak dikontaknya ibu Ayu, dikarenakan kami juga menunggu pihak kepolisian untuk dimintai keterangan," jelasnya.
Pada akhir unggahannya, toko roti milik ibu kandung George Sugama Halim tersebut mengaku akan terus mengawal kasus penganiayaan itu.
"Kami sangat berterimakasih juga kepada publik yang telah membuka kasus ini, dan memperjelas kasus ini ke permukaan. Kami akan berkomitmen untuk mengawal kasus ini bersama dengan kalian," tutupnya.
Saat ini, pihak kepolisian sudah menangkap George Sugama Halim terkait kasus penganiayaan itu.















