“Termasuk peningkatan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem selama periode liburan ini. Seperti kita ketahui cuaca ekstrem dapat meningkatkan risiko sehingga kami mendorong pihak pengelola destinasi untuk dapat melakukan perencanaan dan langkah antisipasi yang lebih terarah demi keamanan dan kenyamanan wisatawan," ujarnya.
Sementara Wamenpar Ni Luh Puspa berharap momen libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak yang luas bagi masyarakat juga industri.
"Kami berharap momen libur Natal dan Tahun Baru ini menjadi momentum yang besar bagi kita bersama untuk terus memperkuat pariwisata sebagai salah satu sektor yang berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi negara," ujar Wamenpar Ni Luh Puspa.
Sedangkan Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Hariyanto, menjelaskan dari hasil peninjauan dan penjelasan yang disampaikan pihak Ancol, Kemenpar optimistis momen libur Natal dan tahun baru di Jakarta khususnya di Ancol bisa berjalan dengan baik.
"Semoga pada pelaksanaannya bisa berjalan dengan rencana, bersama kita pastikan aspek keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pengunjung," ujar Hariyanto.
Terkait dengan cuaca ekstrem, Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf, Fadjar Hutomo, memastikan bahwa hal tersebut telah menjadi perhatian pihak pengelola Ancol.
"Ancol berada di wilayah pesisir dan ada ancaman (banjir) rob, dan tadi sudah dijelaskan oleh direksi mengenai kesiapan dari infrastruktur yang ada di Ancol," jelasnya.
"Salah satu hal yang jadi perhatian juga soal kebersihan toilet juga pengelolaan sampah juga menjadi bagian yang diperhatikan oleh Bu Menteri,"tandas Fadjar.















