Haikal Hassan Sebut Hanya Penjajah yang Bully Dirinya Radikal, Ferdinand: Kalian Penjajahnya Kal

Haikal Hassan Sebut Hanya Penjajah yang Bully Dirinya Radikal, Ferdinand: Kalian Penjajahnya Kal

Achmad Rizki Muazam

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Seorang netizen membagikan cuplikan video Haikal Hassan yang mengatakan Teuku Umar dan Imam Bonjol disebut radikal oleh Belanda.

Diketahui akun twitter @IbuNe_neng membagikan cuplikan video yang diambil dari Youtube Haikal Hassan Official pada Senin, 7 Juni 2021.

Melalui unggahannya itu, dia menuliskan narasi "Baru kali ini gw denger Tuanku Imam Bonjol n Teuku Umar disebut Radikal sama Belanda. Tahan tahan.. ga boleh rasis!!! WNI keturunan begini amat ya," cuitnya.

Dalam cuplikan video tersebut, Haikal Hassan terlihat sedang mengungkapkan dirinya yang kerap dituduh radikal.

"Saya tiap hari di-bully, tiap hari saya bilang yes! Di-bully ekstrem, di-bully radikal," ujar Haikal dalam cuplikan video tersebut.

Kemudian, Haikal menyamakan dirinya dengan Imam Bonjol dan Teuku Umar yang juga disebut radikal oleh Belanda.

"Biarin! Menurut Belanda Teuku Umar juga radikal, menurut Belanda Tuanku Imam Bonjol juga radikal. Karena dia berjuang untuk membela rakyatnya," ungkap Haikal.

Lebih lanjut, dalam cuplikan video itu, Haikal Hassan menyebut bahwa biarin dirinya disebut radikal karena baginya yang bilang seperti itu adalah Belanda atau penjajah.

"Bagi saya sekarang, orang yang mengatakan saya radikal, orang yang mengatakan saya ekstrem. Saya katakan, biarin lu Belanda atau penjajah di sini," tegasnya, seperti dikutip terkini.id pada Senin, 7 Juni 2021.

Penggiat media sosial, Ferdinand Hutahaean, mengomentari video tersebut dengan mengatakan bahwa Haikal Hassan yang lebih pas disebut penjajah.

"Padahal yang lebih pas disebut penjajahnya adalah Haikal Hassan dan gerombolan Yaman Hadramaut-nya," cuit Ferdinand melalu twitter pada Senin, 7 Juni 2021.

Namun, Ferdinand tidak menjelaskan lebih lanjut siapa yang ia maksud sebagai gerombolan Yaman Hadramaut.

Lebih lanjut, menurutnya, penjajahan yang ia maksud itu dengan mengubah budaya Indonesia.

Dia mencontohkan budaya Indonesia yang diganti, salah satunya adalah 'Sampurasun' salam di Jawa Barat diganti dengan kalimat 'campur racun'.

Sayangnya, tak jelas siapa yang ia maksud merubah budaya tersebut.

"Budaya Indonesia saja digusur, Sampurasun salam di Jawa Barat diganti dengan kalimat tak pantas campur racun," ujarnya.

"Kalian penjajahnya Kal (Haikal Hassan) bukan pribumi Indonesia ..!!" tutupnya.