Pada 6 Februari lalu, Badan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) secara resmi memulai proyek SGAR 2 di Mempawah, Kalimantan barat. SGAR 2 merupakan kolaborasi antar-BUMN dan anak usaha MIND ID, yakni antara PT Inalum bersama dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Jika beroperasi, maka total alumina yang diproduksi kedua SGAR mempawah itu adalah 2 juta ton. Adapun bahan baku alumina, yakni bauksit, masih melimpah di Indonesia. Berdasarkan riset, masih cukup untuk sekitar 60 tahun ke depan. "Kalau secara resource, potensinya masih 100 hingga 200 tahun ke depan," ungkap Ismadi.
Dia menyebut, Indonesia saat ini mungkin berada di urutan 20 penghasil aluminium. "Terbesar adalah China yang menguasai sekitar 50 persen pasar dunia, kemudian Rusia, India dan Timur Tengah. Kalau kita bisa capai 3,5 atau 4 juta ton aluminium per tahun, itu sudah setara dengan Timur Tengah atau India. Artinya kita bisa masuk urutan lima atau enam pemain aluminium dunia," pungkas dia.
Dengan roadmap yang sudah dicanangkan dan berbagai aksi korporasi yang sejauh ini berjalan sesuai rencana, pimpinan Inalum pun optimis bisa menjadi pionir yang mengawal Indonesia menjadi 5 pemain besar aluminium dunia.















