Dekade Kelima Mengawal RI Menuju Lima Besar Pemain Aluminum Dunia

Dekade Kelima Mengawal RI Menuju Lima Besar Pemain Aluminum Dunia

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Menurut Ismadi, rencana itu ada dalam roadmap perseroan. Bahkan mereka memasang target 1 juta ton aluminium pada 2029 nanti. Tapi INALUM harus tetap realistis. Angka 400 ribu ton aluminium hijau, paling tinggi bisa dicapai oleh Industri Inalum di Kuala Tanjung dengan mengakuisisi satu atau dua PLTA, yakni pembangkit listrik Asahan 1 dan Asahan 3, termasuk Asahan 4 apabila sudah beroperasi.

Selebihnya, yakni 600 ribu ton aluminium, paling mungkin dipenuhi jika membangun smelter atau pabrik peleburan di daerah lain, yang dekat dari sumber bahan baku.

Dekade Kelima Mengawal RI Menuju Lima Besar Pemain Aluminum Dunia
Roadmap Swasembada Aluminium Inalum

Untuk yang terakhir, Ismadi menyebut, opsi paling dekat adalah membangun smelter di Mempawah, Kalimantan Barat, tak jauh dari pabrik pemurnian bauksit menjadi alumina (Smelter Grade Alumina Refinery) atau SGAR 1. Ini adalah pabrik hasil investasi Inalum dengan PT Aneka Tambang. Inalum ancang-ancang akan menggunakan batu bara untuk fasilitas smeter di Kalimantan Barat itu. Menurut roadmap perusahaan, smelter berkapasitas 600 ribu ton di Mempawah akan beroperasi pada 2029 mendatang.

"Karena di daerah ini kan masih punya potensi batu bara yang harus kita pertimbangkan untuk utilisasi gitu ya," ucapnya.

Dengan menggunakan batu bara, Inalum harus mengambil strategi dalam pemasaran produk, untuk tetap menjaga brand aluminium hijau.

Menurut Ismadi, produk aluminium dari Kuala Tanjung, yang diproduksi dengan PLTA, diberi label 'green aluminium'. "Sementara aluminium yang nantinya diproduksi di Mempawah (dengan Pembangkit Baru Bara), itu akan punya brand aluminium tersendiri," ungkap dia.

Industri EV Pemicu Permintaan Aluminium Nasional

Saat ini, produk aluminium yang paling banyak diproduksi Inalum adalah Ingot G1. Produk berbentuk batangan dengan model trapesium ini sering menjadi bahan baku komponen kendaraan, khususnya velg hingga rangka kendaraan.

Seberapa besar kepentingan Inalum untuk memperbesar kapasitas produksi? bisa dilihat dari semakin tingginya produksi kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV).

Semakin tinggi produksi kendaraan berbasis baterai listrik, maka kebutuhan aluminium pun semakin besar. Bobot aluminium yang lebih ringan dibanding baja, sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar baterai dan mengoptimalkan performa kendaraan.

Gabungan Pengusaha Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat, pertumbuhan kendaraan BEV mencapai hampir 30 persen secara tahunan.