Transformasi ini berlangsung di tengah pertumbuhan investasi Kolaka yang signifikan.
Pada 2025, realisasi investasi Kabupaten Kolaka tercatat mencapai sekitar Rp19,36 triliun, melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah, dengan sektor industri logam dasar dan pertambangan sebagai kontributor utama.
Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa sendiri merupakan bagian dari investasi strategis nasional dengan nilai sekitar Rp67,5 triliun (±US$4,29 miliar) untuk pengembangan pertambangan dan pengolahan nikel secara terintegrasi.
Proyek ini mendukung agenda hilirisasi nasional sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Tenggara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Sejak memasuki fase konstruksi, proyek ini telah:
• Menciptakan lebih dari 2.500 lapangan kerja,
• Menggerakkan ekonomi lokal melalui rantai pasok dan UMKM,
• Meningkatkan kontribusi terhadap penerimaan daerah.
Komitmen tersebut dijalankan sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi fondasi strategi bisnis jangka panjang PT Vale.
Komitmen Lingkungan dan Edukasi Jangka Panjang
Selain penguatan ekonomi, PT Vale meresmikan Nursery seluas 5 hektare di Kecamatan Tanggetada yang terintegrasi dengan kawasan Kebun Raya Kolaka seluas total 59 hektare.
Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi hingga 1 juta bibit per tahun, termasuk tanaman cepat tumbuh, flora endemik Sulawesi Tenggara, tanaman buah, serta tanaman hias.
Pembangunan fasilitas pembibitan ini bukan sekadar pelengkap kegiatan operasional, melainkan wujud komitmen nyata perusahaan terhadap reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang.
“Pembangunan pusat pembibitan ini merupakan simbol keseriusan kami dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan pelestarian lingkungan. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah pembangunan membawa manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang,” ujar Bernardus.















