Di Tengah Geopolitik Memanas, Sektor Keuangan Indonesia Tetap Solid

Di Tengah Geopolitik Memanas, Sektor Keuangan Indonesia Tetap Solid

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Perbankan: Intermediasi Menguat, Risiko Terkendali

Di sektor perbankan, kredit tumbuh hampir dua digit, yakni 9,96 persen (yoy) pada Januari 2026.

Menariknya, kredit investasi melonjak lebih dari 22 persen sinyal bahwa dunia usaha masih ekspansif dan optimistis.

Dana Pihak Ketiga tumbuh 13,48 persen, menunjukkan likuiditas perbankan tetap longgar. Rasio permodalan (CAR) yang mencapai 25,87 persen memperlihatkan bantalan modal yang kuat dalam menghadapi potensi gejolak.

Memang, rasio kredit bermasalah (NPL) sedikit meningkat ke 2,14 persen, namun masih dalam batas aman. Dengan profil risiko yang terjaga, sektor perbankan tetap menjadi tulang punggung stabilitas sistem keuangan.

Asuransi, Dana Pensiun, dan Pembiayaan: Ketahanan Berlapis

Aset industri asuransi tumbuh hampir 6 persen secara tahunan, sementara dana pensiun mencatat pertumbuhan dua digit.

Risk Based Capital (RBC) industri asuransi yang jauh di atas ambang batas menunjukkan tingkat solvabilitas yang sangat memadai.

Di sisi lain, sektor pembiayaan dan pinjaman daring (pindar) tetap ekspansif. Outstanding pembiayaan pindar tumbuh lebih dari 25 persen (yoy), mencerminkan peran fintech dalam memperluas akses keuangan.

Namun ekspansi ini diimbangi pengawasan ketat. OJK terus memperkuat tata kelola, memastikan pertumbuhan tidak mengorbankan prinsip kehati-hatian.