Dinamika global belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Ketegangan geopolitik, fragmentasi perdagangan, dan arah kebijakan suku bunga global masih menjadi risiko. Namun data Februari 2026 memberi pesan jelas: sistem keuangan Indonesia berada dalam kondisi resilien.
Pertumbuhan kredit yang kuat, permodalan yang tebal, likuiditas terjaga, serta pengawasan yang semakin ketat menjadi kombinasi penting dalam menjaga stabilitas.
Di tengah badai eksternal, sektor jasa keuangan Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi terus berbenah dan memperkuat fondasi menuju pertumbuhan yang berkelanjutan.















