Di Tengah Geopolitik Memanas, Sektor Keuangan Indonesia Tetap Solid

Di Tengah Geopolitik Memanas, Sektor Keuangan Indonesia Tetap Solid

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Aset Kripto dan Digital: Konsumen Bertambah, Transaksi Terkoreksi

Menariknya, jumlah konsumen aset kripto terus meningkat menjadi 20,70 juta orang, meski nilai transaksi Januari mengalami koreksi bulanan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap aset digital tetap tinggi, namun perilaku transaksi lebih selektif seiring fluktuasi harga global.

Transisi pengawasan aset kripto dari Bappebti ke OJK juga menandai babak baru penguatan regulasi dan integrasi pengawasan sektor keuangan digital.

Pelindungan Konsumen dan Perang Melawan Kejahatan Keuangan

Di tengah digitalisasi keuangan, risiko penipuan turut meningkat. Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat ratusan ribu laporan sejak berdiri, dengan ratusan miliar rupiah dana korban berhasil diblokir dan sebagian telah dikembalikan.

OJK juga menghentikan ratusan pinjaman online ilegal sepanjang awal 2026. Langkah ini menunjukkan bahwa stabilitas sistem keuangan tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan, tetapi juga dari perlindungan terhadap masyarakat.

Reformasi Struktural: Agenda Jangka Panjang
Selain menjaga stabilitas jangka pendek, OJK mendorong reformasi struktural pasar modal, mulai dari peningkatan transparansi kepemilikan saham, penguatan klasifikasi investor, hingga kebijakan free float.

Reformasi ini penting untuk meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia di kancah global sekaligus memperkuat integritas dan kepercayaan investor.

Stabilitas di Tengah Ketidakpastian