Selain itu, proyek juga mencakup pembangunan fasilitas produksi seperti blending silo system berkapasitas 8.000 ton, clinker silo system berkapasitas 15.000 ton, serta dua cement silo system yang masing-masing berkapasitas 18.000 ton.
Untuk mendukung distribusi, fasilitas transportasi material juga dibangun berupa tube conveyor sepanjang 4,1 kilometer, tripper conveyor, serta ship loader dengan kapasitas 1.000 ton per jam yang berfungsi mengirim semen curah dari pabrik menuju kapal di dermaga.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan proyek tersebut ditargetkan rampung dan siap beroperasi secara optimal pada pertengahan 2026.
Tahun ini, fasilitas tersebut diproyeksikan dapat mengirim sekitar 450 ribu ton semen dengan potensi kapasitas hingga 1 juta ton per tahun.
Ia menilai proyek ini menjadi langkah penting bagi SIG dalam memperkuat jaringan distribusi global di tengah persaingan pasar domestik yang semakin ketat serta kondisi kelebihan kapasitas produksi industri semen nasional.
“Proyek ini akan menjadi tonggak penting untuk memperkuat daya saing ekspor dan memperluas layanan karya anak bangsa di kancah dunia,” ujarnya.















