Terkini, Makassar – Suasana forum Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI Kamis 26 Maret 2026 di Makassar tidak hanya diisi pembahasan investasi dan jaringan usaha, tetapi juga isu ketahanan pangan dan pemberdayaan perempuan.
Di forum tersebut, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Veronica Tan, membawa gagasan besar tentang peran perempuan dalam ketahanan pangan nasional.
Dalam forum yang mempertemukan pemerintah daerah, pengusaha, dan tokoh masyarakat itu, Veronica memperkenalkan program kebun pangan lokal perempuan berbasis komunitas.
Program ini bertujuan mendorong perempuan memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk menanam kebutuhan pangan keluarga.
Menurut Veronica, ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari skala besar. Justru dari rumah tangga dan komunitas kecil, ketahanan pangan bisa tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.
“Program pangan perempuan berbasis komunitas ini bisa menggerakkan keluarga dan masyarakat untuk lebih mandiri dalam ketahanan pangan,"ujarnya.
Ia menilai perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan keluarga, karena perempuan biasanya berperan dalam pengelolaan konsumsi rumah tangga, pengolahan makanan, hingga pengelolaan keuangan keluarga.
Fokus pada Wilayah 3T
Program kebun pangan perempuan ini rencananya tidak hanya dilaksanakan di daerah yang mudah dijangkau, tetapi juga di wilayah kategori 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Wilayah tersebut akan dijadikan sebagai proyek percontohan atau pilot project.
Jika program berhasil di wilayah 3T, maka model pemberdayaan perempuan berbasis pangan lokal tersebut dapat diterapkan di berbagai daerah lain di Indonesia dengan menyesuaikan potensi lokal masing-masing daerah.

Konsep ini dinilai tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan ekonomi keluarga dan kemandirian perempuan di daerah.















