Terkini, Makassar – Di tengah ketidakpastian energi global akibat konflik di Timur Tengah, arah industri otomotif justru bergerak menuju perubahan besar.
Ketika harga energi fosil berfluktuasi dan isu lingkungan semakin menjadi perhatian dunia, kendaraan listrik perlahan tidak lagi dipandang sebagai teknologi masa depan, melainkan sebagai kebutuhan masa kini.
Momentum inilah yang dibaca oleh PT Bumi Hijau Motor (Haka Auto) untuk mempercepat ekspansi jaringan dealer BYD.
Dalam waktu kurang dari dua tahun sejak memulai bisnis kendaraan listrik, Haka Auto menunjukkan pertumbuhan yang cukup agresif.
Dari hanya tiga cabang di awal operasional, kini jaringan dealer yang mereka kelola telah mencapai sekitar 20 cabang yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.
CEO Haka Auto, Hariyadi Kaimuddin, mengatakan ekspansi tersebut bukan sekadar memperluas jaringan penjualan, tetapi merupakan bagian dari strategi besar perusahaan untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang selama ini dianggap sebagai pasar berkembang.
“Di Sulawesi sendiri, selain BYD Haka Karebosi, kami sudah meresmikan cabang di Palu, Kendari, dan Manado. Ini menunjukkan keseriusan kami mengembangkan pasar kendaraan listrik di kawasan Timur Indonesia,” ujarnya saat Halal Bihalal bersama media di Kantor Cabang BYD Karebosi Makassar, Sabtu (28/3/2026).
Momentum Kendaraan Listrik di Tengah Krisis Energi
Krisis energi global yang memicu kenaikan dan fluktuasi harga bahan bakar fosil secara tidak langsung mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Masyarakat mulai mempertimbangkan kendaraan listrik bukan hanya karena tren teknologi, tetapi juga karena faktor efisiensi biaya dan keberlanjutan lingkungan.















