Terkini, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat realisasi penyaluran kredit industri jasa keuangan untuk mendukung berbagai program strategis pemerintah terus menunjukkan perkembangan positif.
Hingga awal tahun 2026, pembiayaan untuk sejumlah program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta program pembangunan 3 juta rumah telah mencapai sekitar Rp 175 triliun.
Friderica menjelaskan, industri jasa keuangan telah menyalurkan pembiayaan untuk program Makan Bergizi Gratis sebesar Rp 1,21 triliun hingga Januari 2026.
Dana tersebut disalurkan kepada 1.373 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Menurutnya, OJK terus mendorong sektor jasa keuangan agar berperan aktif dalam pembiayaan program-program strategis nasional.
Dukungan tersebut tidak hanya melalui penyaluran kredit perbankan, tetapi juga melalui skema pembiayaan alternatif seperti securities crowdfunding yang melibatkan penerbit dan pemodal dari masyarakat.
Selain program MBG, OJK juga mencatat penyaluran kredit untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah mencapai Rp 174 triliun.
Pembiayaan tersebut ditujukan untuk memperkuat ekonomi desa, meningkatkan akses pembiayaan bagi koperasi, serta mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayah desa dan kelurahan.
“OJK terus mendorong penguatan ekonomi desa melalui pembiayaan koperasi dan lembaga keuangan mikro agar dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Friderica rapat perdana Anggota Dewan Komisioner OJK bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 1 April 2026.
Sementara itu, untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, OJK mencatat realisasi kredit sebesar Rp 1,44 triliun.
Pembiayaan tersebut digunakan untuk pembangunan sebanyak 11.468 unit rumah sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Program pembiayaan perumahan tersebut juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor properti dan konstruksi nasional yang memiliki efek berganda terhadap perekonomian serta penyerapan tenaga kerja.
OJK menegaskan akan terus memperkuat peran sektor jasa keuangan dalam mendukung pembangunan nasional melalui pembiayaan program prioritas pemerintah, penguatan sektor UMKM, pengembangan ekonomi daerah, serta peningkatan inklusi keuangan masyarakat.
Dengan dukungan pembiayaan dari industri jasa keuangan, diharapkan berbagai program strategis pemerintah dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.















