Kasus Jemaah Haji Hilang Jadi Sorotan, Pemerintah Diminta Perjelas Prosedur

Kasus Jemaah Haji Hilang Jadi Sorotan, Pemerintah Diminta Perjelas Prosedur

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Jakarta — Komisi Nasional Haji (Komnas Haji) meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kasus tiga jemaah haji Indonesia yang dilaporkan hilang pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 dan hingga kini belum ditemukan.

Ketua Komnas Haji, Mustolih Siradj, menegaskan bahwa kasus jemaah hilang merupakan persoalan serius yang tidak boleh dianggap sebagai masalah biasa dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Menurutnya, hingga saat ini status ketiga jemaah tersebut masih belum jelas, sehingga keluarga mereka masih berada dalam ketidakpastian.

“Ini merupakan sesuatu yang fatal namun kerap luput dari perhatian pemerintah maupun DPR RI,” ujar Mustolih dalam forum Haji Outlook 2026, Rabu lalu.

Mustolih menilai pemerintah perlu menetapkan prosedur yang jelas terkait penanganan jemaah hilang, termasuk batas waktu pencarian serta penetapan status hukum dan administrasi bagi jemaah yang tidak ditemukan.

Ia juga menyoroti kondisi keluarga jemaah yang hingga kini masih kebingungan harus mengadu kepada pihak mana terkait kejelasan nasib anggota keluarga mereka.

“Kalau tidak ditemukan, harus ada batas waktunya. Statusnya bagaimana? Keluarganya bingung, mau bertanya ke kementerian yang lama atau yang baru,” tambahnya.

Selain itu, Mustolih mengingatkan bahwa kasus jemaah hilang bukan pertama kali terjadi. Ia menyebut sebelumnya pernah ada jemaah asal Palembang yang dilaporkan hilang pada musim haji dan hingga kini belum ditemukan.

“Ini tidak boleh terulang,” tegasnya.

DPR: Tidak Boleh Ada Warga Negara Tanpa Kejelasan Nasib