Kondisi tersebut menunjukkan bahwa stabilitas keamanan di Selat Hormuz sangat berpengaruh terhadap ekonomi global, terutama sektor energi dan perdagangan internasional.
PBB Tunda Pembahasan Resolusi Selat Hormuz
Di sisi lain, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya berencana melakukan pemungutan suara atas resolusi yang diajukan Bahrain untuk melindungi pelayaran komersial di dalam dan sekitar Selat Hormuz.
Namun, sejumlah diplomat menyebutkan bahwa pemungutan suara tersebut kembali ditunda hingga pekan depan tanpa tanggal pasti.
Penundaan diduga terjadi karena adanya perbedaan sikap di antara negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Beberapa negara seperti China dan Rusia dilaporkan menolak usulan tersebut karena dinilai berpotensi memperburuk situasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Dampak Global Masih Berlanjut
Meski Iran mulai membuka akses terbatas Selat Hormuz untuk kapal pengangkut kebutuhan pokok, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah masih belum mereda.
Situasi ini masih berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi global, harga minyak dunia, serta jalur perdagangan internasional.
Ke depan, kebijakan Iran terkait pembukaan Selat Hormuz secara penuh atau terbatas akan menjadi faktor penting yang menentukan stabilitas ekonomi global, khususnya di sektor energi dan perdagangan maritim internasional.














