Perubahan arus wisata global ini diperkirakan akan menguntungkan negara-negara Asia Tenggara. Platform pemesanan perjalanan mulai menggunakan analisis data untuk merekomendasikan destinasi alternatif bagi wisatawan yang terdampak gangguan perjalanan ke Timur Tengah.
Wakil Presiden Senior perusahaan analitik data Qlik, Maurizio Garavello, mengatakan perusahaan perjalanan kini berupaya menyederhanakan pencarian alternatif perjalanan bagi pelanggan.
“Platform perjalanan berusaha membantu pelancong menemukan solusi perjalanan dengan lebih cepat tanpa harus membuka banyak situs pemesanan,” kata Garavello.
Dengan kondisi konflik yang belum mereda, Asia Tenggara diperkirakan akan menjadi salah satu kawasan yang paling diuntungkan dari pergeseran arus wisata global, sementara industri pariwisata Timur Tengah menghadapi tekanan besar akibat konflik geopolitik dan gangguan penerbangan internasional.















