Terkini, Jakarta - Iran dilaporkan membuka akses terbatas Selat Hormuz dengan mengizinkan kapal-kapal pengangkut barang kebutuhan pokok melintasi jalur pelayaran strategis tersebut menuju pelabuhan-pelabuhan Iran.
Kebijakan ini diambil di tengah meningkatnya eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang sebelumnya menyebabkan penutupan jalur pelayaran tersebut.
Kebijakan tersebut tertuang dalam surat resmi otoritas Iran yang dilaporkan kantor berita Tasnim dan dikutip Reuters pada Sabtu (4/4).
Dalam surat itu disebutkan bahwa kapal yang membawa kebutuhan pokok diperbolehkan melintas, namun wajib berkoordinasi dengan pihak berwenang Iran dan mengikuti protokol pelayaran yang telah ditetapkan.
“Kapal yang menuju pelabuhan Iran, termasuk yang berada di Teluk Oman, harus berkoordinasi dengan otoritas terkait dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan untuk melintasi Selat Hormuz,” demikian isi surat otoritas Iran seperti dikutip Reuters.
Jalur Vital Perdagangan Energi Dunia
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi jalur utama distribusi minyak global.
Sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia melewati jalur tersebut setiap harinya dengan volume mencapai sekitar 15 juta barel minyak mentah per hari.
Penutupan Selat Hormuz sebelumnya sempat menimbulkan kekhawatiran global terhadap terganggunya pasokan energi dunia.
Dampaknya, harga minyak mentah dunia melonjak dari kisaran US$70 per barel menjadi sekitar US$120 per barel atau meningkat hampir 70 persen dalam waktu singkat.
Selain minyak, harga gas alam juga mengalami kenaikan signifikan. Kontrak gas TTF yang menjadi acuan Eropa dilaporkan melonjak dari sekitar 30 euro menjadi 60 hingga 70 euro.















