DPR Soroti Keracunan MBG di Jaktim, Minta SPPG Ditutup Permanen

DPR Soroti Keracunan MBG di Jaktim, Minta SPPG Ditutup Permanen

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Audit tersebut harus mencakup pengadaan bahan baku, proses produksi makanan, hingga distribusi kepada siswa di sekolah.

Langkah audit ini dinilai penting untuk memastikan seluruh proses telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan tidak ada kelalaian dalam pengolahan maupun distribusi makanan.

Charles juga menekankan pentingnya pengawasan preventif agar program strategis nasional tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi pemenuhan gizi siswa, bukan justru menimbulkan risiko kesehatan.

“Skema pengawasan preventif harus diperketat agar program strategis nasional ini benar-benar memberikan manfaat gizi, bukan justru menimbulkan risiko kesehatan bagi generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 72 siswa dari empat sekolah di wilayah Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu spageti dari program Makan Bergizi Gratis. Para siswa kemudian dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan di Jakarta Timur.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turut meninjau langsung penanganan para korban di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit untuk memastikan seluruh siswa mendapatkan perawatan yang optimal.

Pemerintah memastikan biaya pengobatan para siswa ditanggung melalui BPJS Kesehatan dan Badan Gizi Nasional.

Kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah dan DPR karena program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah di Indonesia.