Trump Kritik NATO atas Konflik Iran, Singgung Ambisi Akuisisi Greenland

Trump Kritik NATO atas Konflik Iran, Singgung Ambisi Akuisisi Greenland

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Akar Ketegangan: Greenland dan Kepentingan Strategis

Selain konflik Iran, ketegangan antara Washington dan NATO juga dipicu oleh ambisi lama AS untuk menguasai Greenland, wilayah otonom milik Denmark yang memiliki nilai strategis tinggi di kawasan Arktik, baik dari aspek militer maupun sumber daya alam.

Trump secara terbuka menyatakan bahwa keinginannya untuk mengakuisisi Greenland tidak mendapat dukungan dari sekutu NATO. Penolakan tersebut disebut menjadi salah satu titik balik memburuknya hubungan diplomatik antara AS dan aliansi tersebut.

“Kami menginginkan Greenland, tapi mereka tidak mau memberikannya. Jadi saya bilang, ‘sampai jumpa’,” tegas Trump.

Pernyataan tersebut mencerminkan eskalasi retorika yang berpotensi mengganggu stabilitas hubungan transatlantik, terutama di tengah meningkatnya tensi global.

Kritik terhadap Sekutu Non-NATO

Tak hanya NATO, Trump juga melontarkan kritik terhadap sejumlah sekutu utama non-NATO seperti Korea Selatan, Australia, dan Jepang yang dinilai tidak memberikan dukungan dalam konflik Iran.

Sebaliknya, ia memuji negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab yang disebut memberikan dukungan signifikan terhadap kebijakan AS.

Implikasi Geopolitik

Sejumlah pengamat hubungan internasional menilai bahwa pernyataan Trump mencerminkan pergeseran pendekatan kebijakan luar negeri AS yang semakin transaksional dan berorientasi pada kepentingan nasional.