Dari Kartini ke Parlemen: Jejak Perempuan Politik dan Kepemimpinan yang Teruji

Dari Kartini ke Parlemen: Jejak Perempuan Politik dan Kepemimpinan yang Teruji

A
Admin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Lulusan Inholland University of Applied Sciences, Belanda ini terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan filantropi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, yang pada akhirnya menjadi jembatan antara kebutuhan riil masyarakat dan agenda kebijakan.

Kemudian ada Angela Tanoesoedibjo yang dikenal sebagai bagian dari generasi muda yang masuk ke dalam pemerintahan dengan bekal pendidikan luar negeri dan pengalaman profesional di sektor swasta.

Pendekatan yang dibawanya saat ini sebagai Ketua Umum Partai Perindo tidak hanya administratif, tetapi juga strategis; menghubungkan kebijakan dengan kebutuhan pelaku usaha, termasuk UMKM berbasis kreativitas.

Saat menjabat sebagai Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2019–2024, Angela terlibat dalam upaya pemulihan sektor pariwisata pasca pandemi Covid-19 sekaligus mendorong penguatan ekonomi kreatif sebagai sumber pertumbuhan baru.

Peran alumni Universitas New South Wales ini berlanjut dalam kepemimpinan Partai Perindo, menandai transisi dari teknokrat ke tokoh politik.

Panggung politik Indonesia telah lama dihiasi oleh Rieke Diah Pitaloka, politisi dan aktris Indonesia yang dikenal luas atas kiprahnya di dunia hiburan sebelum kemudian aktif di parlemen sebagai anggota DPR RI.

Rieke mulai dikenal lewat perannya sebagai “Oneng” di Bajaj Bajuri, yang membentuk citra kuatnya di kalangan masyarakat.

Sejak terpilih di tahun 2009 Rieke konsisten menyuarakan isu-isu kerakyatan seperti perlindungan buruh, pendidikan, dan kesejahteraan sosial, sekaligus aktif dalam berbagai diskursus kebijakan publik.

Dengan latar belakang seni dan advokasi, ia menjadi salah satu figur yang menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.

Pendekatan berbasis masyarakat juga terlihat dalam perjalanan Atalia Praratya.