Dari Kartini ke Parlemen: Jejak Perempuan Politik dan Kepemimpinan yang Teruji

Dari Kartini ke Parlemen: Jejak Perempuan Politik dan Kepemimpinan yang Teruji

A
Admin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Dia terpilih sebagai anggota DPD RI periode 2024-2029 setelah meraih 470.211 suara di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mewakili Yogyakarta, dia membawa perspektif yang dekat dengan generasi muda, didukung latar belakang pendidikan S2 Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia dan pengalaman organisasi untuk mengangkat isu partisipasi publik serta komunikasi politik yang lebih inklusif, sekaligus mencerminkan mulai terjadinya regenerasi dalam lanskap politik Indonesia.

Jika di tingkat nasional perempuan mulai memainkan peran dalam perumusan kebijakan makro, maka dinamika yang tak kalah penting justru terjadi di tingkat daerah, tempat kebijakan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Dalam konteks ini, kepemimpinan perempuan juga tercermin dari kedekatannya dengan komunitas serta kemampuannya membaca kebutuhan lokal.

Hal tersebut terlihat pada kiprah Winda Sari, anggota DPRD Kabupaten Barito Timur dari Partai Perindo.

Tak hanya menjalankan fungsi legislasi, lulusan S2 Universitas Lambung Mangkurat ini juga aktif di sektor olahraga dan komunitas digital, termasuk melalui perannya dalam organisasi esports.

Legislator yang duduk di DPRD Barito Timur sejak 2019 ini tercatat sebagai Ketua Indonesia Esports Association Kalimantan Tengah dan Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia Barito Timur, serta dikenal memiliki minat di dunia game khususnya Dota 2 yang ditekuninya sejak 2017.

Dari Sulawesi Utara, ada Hillary Brigitta Lasut yang dikenal sebagai salah satu representasi perempuan muda di parlemen nasional.

Dengan latar belakang pendidikan S2 Hukum dari Universitas Washington, dia menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan dengan pendekatan berbasis kerangka hukum.

Sebagai salah satu anggota DPR termuda saat pertama kali terpilih pada 2019, Hillary menunjukkan bahwa usia bukan lagi batas dalam berkontribusi di ruang politik formal, sekaligus aktif mengangkat isu generasi muda, pendidikan dan pemberdayaan perempuan dengan gaya komunikasi yang modern dan dekat dengan publik.