Tantangan Persaingan Kawasan
Meski dinilai strategis, pengalihan fokus ke Asia juga menghadirkan tantangan berupa meningkatnya persaingan dengan negara lain di kawasan yang sama.
Untuk itu, Kemenpar mendorong inovasi pemasaran serta memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan daya saing destinasi wisata Indonesia.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui program co-branding partners, yakni kerja sama dengan berbagai merek lokal maupun internasional dalam kegiatan promosi bersama.
“Kami menggandeng berbagai mitra untuk berkolaborasi mempromosikan pariwisata Indonesia secara lebih kreatif dan efektif, termasuk melalui penyelenggaraan berbagai event di daerah,” ujarnya.
Apresiasi atas Strategi Adaptif
Sementara itu, Founder dan CEO The Iconomics, Bram S. Putro, menilai strategi yang diambil Kemenpar mencerminkan kepemimpinan yang adaptif di tengah disrupsi global.
“Strategi ini menunjukkan optimisme dan ketangguhan para pemimpin dalam menghadapi tantangan, serta kemampuan untuk tetap tumbuh di tengah kondisi yang dinamis,” katanya.
Optimisme Kebangkitan Pariwisata
Kemenpar optimistis bahwa melalui strategi yang tepat, kolaborasi yang kuat, serta inovasi berkelanjutan, sektor pariwisata Indonesia akan terus bangkit dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.














