Logis 08 Minta Danantara Tunda Investasi Rp20 Triliun di Sektor Peternakan Ayam

Logis 08 Minta Danantara Tunda Investasi Rp20 Triliun di Sektor Peternakan Ayam

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Makassar — Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo, meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menunda rencana investasi sebesar Rp20 triliun di sektor peternakan ayam pedaging dan petelur.

Relawan pendukung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024 itu menilai program tersebut strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, ia mengingatkan agar realisasi investasi tidak dilakukan tergesa-gesa sebelum ekosistem industri peternakan benar-benar siap.

“Program ini sangat baik dan strategis karena dapat memperkuat rantai pasok ayam dan telur untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis. Tetapi kami meminta Danantara menunda dulu investasi ini jika seluruh ekosistem usaha belum siap. Jangan sampai dana besar justru menimbulkan risiko kegagalan,” ujar Anshar Ilo kepada terkini.id.

Menurutnya, terdapat sejumlah aspek fundamental yang perlu dipersiapkan secara matang sebelum investasi direalisasikan.

Mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, kualitas kandang modern, ketersediaan pakan, mutu bibit ayam atau day old chick (DOC), teknologi budidaya, hingga sistem manajemen produksi dan distribusi.

Ia menilai sektor peternakan ayam membutuhkan standar operasional tinggi agar investasi dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Peternakan ayam membutuhkan standar yang tinggi. Kandang harus memenuhi spesifikasi, teknologi harus memadai, bibit dan pakan harus berkualitas, serta sumber daya manusia harus siap. Jika hal-hal ini belum dimaksimalkan, maka investasi sebesar Rp20 triliun berpotensi tidak efektif,” katanya.

Anshar juga menyoroti peran strategis PT Berdikari sebagai BUMN yang bergerak di sektor peternakan dan pangan nasional.

Menurutnya, perusahaan tersebut harus mampu menjadi lokomotif dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan protein hewani nasional.