Terkini, Jakarta - Di tengah panas menyengat Circuit de Barcelona-Catalunya yang mendekati 50 derajat Celcius, seorang remaja 16 tahun asal Sleman, Yogyakarta, berdiri tenang di antara deru mesin dan ketatnya persaingan pebalap muda dunia. Namanya Muhammad Kiandra Ramadhipa.
Debutnya di ajang Moto3 Junior World Championship 2026 bukan sekadar penampilan perdana. Ia datang membawa harapan baru bagi balap motor Indonesia dan langsung menjawabnya dengan podium.
Bersama Honda Asia-Dream Racing Junior Team, Ramadhipa tampil impresif pada seri pembuka yang berlangsung di Spanyol, Minggu (24/5).
Start dari posisi ketiga hasil kualifikasi, pebalap bernomor #32 itu tidak terlihat gugup sedikit pun menghadapi nama-nama besar calon bintang MotoGP masa depan.
Sejak lampu start padam pada race pertama, Ramadhipa langsung menyatu dengan rombongan terdepan.
Ia bertarung agresif namun tetap tenang, beberapa kali saling salip di tikungan cepat Barcelona yang terkenal menuntut keberanian dan presisi.
Suhu lintasan yang hampir menyentuh 40 derajat Celcius menjadi tantangan tersendiri. Namun, Ramadhipa mampu menjaga ritme balap sekaligus mengatur daya tahan ban hal yang jarang mampu dilakukan pebalap debutan.
Memasuki lap terakhir, publik bahkan sempat dibuat terkejut ketika Ramadhipa memimpin balapan.
Meski akhirnya finis di posisi kelima dengan selisih sangat tipis, hanya 0,144 detik dari pemenang, penalti untuk pebalap lain mengantarkannya naik ke podium ketiga.
Sebuah hasil yang terasa seperti pernyataan: Indonesia datang untuk bersaing.















