Di balik pencapaian tersebut, ada proses panjang pembinaan balap yang dijalankan PT Astra Honda Motor (AHM).
General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, Andy Wijaya, menyebut keberhasilan Ramadhipa menjadi bukti bahwa pembinaan pebalap muda Indonesia mampu bersaing di level internasional.
“Hasil ini menunjukkan bahwa proses pembinaan balap berjenjang yang dijalankan Astra Honda mampu mengantarkan pebalap muda Indonesia bersaing di level internasional. Semoga penampilannya semakin melesat di putaran berikutnya dan menjadi inspirasi bagi anak Indonesia,” ujar Andy.
Kini, nama Ramadhipa mulai diperhitungkan di paddock Moto3 Junior World Championship. Dari Sleman menuju Barcelona, langkah kecilnya baru saja dimulai. Namun, podium perdana itu sudah cukup untuk memberi pesan bahwa mimpi pebalap Indonesia menembus panggung dunia bukan lagi sekadar angan.















