GarudaMiles juga berhasil mempertahankan gelar Best Customer Service selama tiga tahun berturut-turut serta Best Redemption Ability selama dua tahun beruntun.
Di tengah capaian tersebut, Garuda Indonesia juga menunjukkan tren perbaikan kinerja keuangan pada kuartal I 2026.
Perseroan mencatat rugi bersih sebesar USD 41,62 juta atau turun 45,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai USD 75,93 juta.
Penurunan kerugian tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan konsolidasi yang mencapai USD 762,35 juta atau meningkat 5,36 persen secara tahunan.
Kinerja positif itu didorong oleh meningkatnya permintaan penumpang, perbaikan yield, serta tren pertumbuhan pendapatan di berbagai lini usaha.
Dari sisi operasional, laba operasi segmen meningkat signifikan menjadi USD 49,13 juta dibandingkan USD 5,20 juta pada kuartal I 2025.
Peningkatan tersebut mencerminkan efektivitas strategi transformasi bisnis dan efisiensi operasional yang dijalankan perusahaan.
Dengan raihan penghargaan internasional dan kinerja keuangan yang semakin membaik, Garuda Indonesia optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai maskapai nasional yang kompetitif dan mampu bersaing di tingkat global.















