Belajar Pertanahan di STPN, Generasi Muda Papua Ingin Berkontribusi untuk Daerah

Belajar Pertanahan di STPN, Generasi Muda Papua Ingin Berkontribusi untuk Daerah

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Yogyakarta – Keinginan untuk kembali membangun tanah kelahiran menjadi motivasi utama bagi sejumlah generasi muda Papua dalam memilih jenjang pendidikan tinggi.

Salah satunya dengan menempuh pendidikan di Politeknik Agraria STPN, perguruan tinggi kedinasan di bawah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), yang fokus pada bidang pertanahan dan tata ruang.

Bagi mereka, pendidikan tidak hanya menjadi sarana memperoleh gelar akademik, tetapi juga bekal untuk berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan agraria yang masih dihadapi masyarakat di daerah asal.

Taruna Tingkat II Politeknik Agraria STPN asal Manokwari, Papua Barat, Alfando Almendo, mengatakan keputusannya memilih kampus tersebut dilandasi keinginan untuk ikut terlibat dalam pembangunan Papua di masa depan.

“Yang saya pikirkan ketika memutuskan berkuliah di Politeknik Agraria STPN sederhana saja, nantinya saya ingin terlibat membangun daerah saya. Papua masih membutuhkan banyak pembangunan dan tentu membutuhkan sumber daya manusia yang memahami bidang pertanahan dan tata ruang,” ujar Alfando dalam keterangan resmi, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, berbagai persoalan pertanahan yang masih ditemui di Papua menjadi alasan kuat baginya untuk mendalami ilmu agraria.

Ia berharap ilmu yang diperoleh selama masa pendidikan dapat menjadi bekal dalam membantu penyelesaian berbagai persoalan tersebut saat kembali ke daerah asal.

Selain memperoleh pengetahuan akademik yang spesifik dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah, Alfando juga merasakan manfaat dari sistem pendidikan berasrama yang diterapkan Politeknik Agraria STPN.

“Di sini kami tidak hanya belajar akademik, tetapi juga belajar disiplin, kepemimpinan, dan hidup bersama dengan teman-teman dari seluruh Indonesia. Ini menjadi modal penting untuk bisa bersinergi dengan teman-teman dari banyak daerah untuk membangun Papua,” katanya.

Semangat serupa juga ditunjukkan Rafael Korwa, Taruna Tingkat II asal Merauke, Papua Selatan. Ketertarikannya terhadap peta sejak kecil menjadi awal ketertarikannya mengenal dunia survei dan pertanahan.