"Peningkatan kualitas sarana pendidikan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pembelajaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan peserta didik," katanya.
Percepat Revitalisasi Sekolah Anak Suku Bajo
Rangkaian kunjungan dilanjutkan ke SD Maritim Mola dan SMP Maritim Mola di Desa Mola Utara, Kecamatan Wangi-Wangi, yang menjadi tempat belajar anak-anak Suku Bajo.
Di lokasi tersebut, Wamendikdasmen meninjau proses pembelajaran, penggunaan Papan Interaktif Digital (PID), serta kondisi sarana dan prasarana sekolah.
Saat melihat kondisi SD Maritim Mola yang masih membutuhkan pembenahan, Fajar langsung menghubungi Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch. Salim Somad, melalui sambungan telepon untuk meminta percepatan pelaksanaan revitalisasi sekolah.
Respons cepat tersebut disaksikan langsung oleh kepala sekolah, guru, serta para siswa yang sedang mengikuti MPLS dan disambut antusias sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pendidikan di wilayah kepulauan.
Fajar menegaskan bahwa seluruh anak Indonesia, termasuk anak-anak Suku Bajo, memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.
"Anak-anak Suku Bajo memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan bermutu. Pendidikan harus hadir secara inklusif dan adaptif, menghargai budaya lokal sekaligus membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi masa depan. Negara tidak boleh membiarkan ada satu pun anak Indonesia tertinggal karena kondisi geografisnya," tegasnya.
Tinjau SMA Muhammadiyah 1 Wakatobi
Selanjutnya, Wamendikdasmen mengunjungi SMA Muhammadiyah 1 Wakatobi yang juga menerima peserta didik dari komunitas Suku Bajo.















