Potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Aceh, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Selatan.
BMKG Imbau Warga Hemat Air dan Waspadai Karhutla
BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau, khususnya kekeringan, cuaca panas, dan kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat dan pemerintah daerah diimbau menghemat penggunaan air. Warga juga diminta tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan hutan.
"BMKG meminta masyarakat tidak membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan, terutama di kawasan yang mudah terbakar," tulis BMKG.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan indikasi titik api atau hotspot.
Di sisi lain, potensi hujan lokal tetap perlu diantisipasi. Hujan yang disertai petir dan angin kencang dapat meningkatkan risiko pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, hingga sambaran petir.
BMKG mengimbau masyarakat menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, maupun bangunan yang rapuh ketika cuaca buruk terjadi.
Masyarakat diharapkan terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG, termasuk laman BMKG, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial @infobmkg.
Informasi prakiraan cuaca ini telah melalui proses penyuntingan dan pembaruan pada 27 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB oleh Direktorat Meteorologi Publik BMKG.














