Kemenpar juga memperkenalkan sejumlah produk wisata minat khusus yang dinilai sesuai dengan karakteristik dan tren perjalanan wisatawan Taiwan.
Menurut Made, promosi tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga mendukung pengembangan quality tourism di Indonesia.
Program yang diperkenalkan mencakup wisata bahari (marine tourism), wisata kebugaran (wellness tourism), wisata gastronomi (gastronomy tourism), serta eksplorasi kekayaan budaya dan alam Indonesia.
“Diharapkan kegiatan ini dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan Taiwan ke Indonesia,” ujar Made.
Taiwan Jadi Pasar Potensial
Taiwan dinilai menjadi salah satu pasar potensial bagi industri pariwisata Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan Taiwan ke Indonesia pada Januari-Juni 2026 mencapai 108.989 kunjungan.
Angka tersebut menempatkan Taiwan di posisi ke-13 sebagai negara penyumbang wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Di sisi lain, potensi pasar Taiwan masih sangat besar. Pada periode Januari-Juni 2026, Taiwan mencatat lebih dari 12,6 juta outbound travellers, tumbuh 16,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Hampir seluruh perjalanan wisatawan Taiwan tersebut mengarah ke kawasan Asia.














