Terkini, Banten – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk meningkatkan literasi keuangan agar mampu mengelola keuangan secara mandiri, berinvestasi secara bijak, serta terhindar dari berbagai risiko dan kejahatan keuangan digital.
Dorongan tersebut disampaikan dalam program Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) bertema “Money Moves: Invest Today, Build Your Future” yang digelar di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Convention Hall, Selasa (8/9).
Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi generasi muda mengenai pentingnya menabung, berinvestasi, menggunakan layanan keuangan digital secara aman, serta mengambil keputusan keuangan secara tepat dan bertanggung jawab.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku, Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan, kedekatan generasi muda dengan teknologi digital tidak serta-merta membuat mereka memiliki kecakapan finansial.
Menurutnya, semakin mudah masyarakat mengakses produk dan layanan keuangan, semakin besar pula kebutuhan untuk memahami risiko serta meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.
“Ada beberapa kata kunci yang dapat dilakukan. Pertama, kelola. Kedua, lindungi. Ketiga, tumbuhkan. Kelola uang kita sebelum uang mengendalikan pilihan kita. Lindungi apa yang sudah kita miliki dengan selalu ingat legal dan logis, serta tumbuhkan semuanya dengan tujuan yang jelas,” kata Dicky.
Ia menambahkan, literasi keuangan juga penting untuk membantu generasi muda menghindari Fear of Missing Out (FOMO) dan Fear of Other People’s Opinions (FOPO) dalam mengambil keputusan finansial.
Generasi Muda Diminta Waspadai Kejahatan Keuangan Digital
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan penguatan literasi keuangan bagi generasi muda tidak cukup hanya diarahkan agar mereka siap memasuki dunia kerja.
Menurutnya, generasi muda juga harus memiliki kemampuan mengelola penghasilan, membangun usaha, berinvestasi, sekaligus melindungi diri dari berbagai bentuk kejahatan keuangan.















