OJK Ingatkan Gen Z Tak Terjebak FOMO Investasi dan Kejahatan Keuangan Digital

OJK Ingatkan Gen Z Tak Terjebak FOMO Investasi dan Kejahatan Keuangan Digital

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

“Pemerintah Provinsi Banten berharap sinergi OJK Provinsi Banten melalui berbagai program literasi keuangan dapat membangun generasi muda Banten yang bukan hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga siap mengelola penghasilan, membangun usaha, berinvestasi, menjaga dirinya dari kejahatan keuangan, dan akhirnya menjadi kekuatan ekonomi baru bagi Banten,” ujar Andra Soni.

Andra juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital harus diimbangi dengan pengetahuan dan kehati-hatian. Hal itu penting karena modus kejahatan keuangan digital semakin beragam.

Beberapa modus yang disebut antara lain phishing, penyamaran sebagai petugas lembaga keuangan, tautan palsu, akun media sosial palsu, investasi ilegal, pinjaman online ilegal, hingga modus yang memanfaatkan rekayasa sosial.

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI Annisa M. A. Mahesa mengingatkan generasi muda agar tidak mengambil keputusan investasi secara impulsif hanya karena mengikuti tren maupun rekomendasi di media sosial.

“Gen Z, kita-kita ini semua, teman-teman, adalah generasi yang sangat rentan terhadap masalah-masalah di keuangan. Contoh FOMO, kita ini sangat rentan terhadap pengambilan keputusan investasi yang impulsif karena mau ikut-ikutan. Belum lagi, kita ini juga sangat rentan terhadap aktivitas ilegal,” kata Annisa.

Ia mendorong generasi muda membangun fondasi pengelolaan keuangan sebelum berinvestasi, antara lain dengan memiliki dana darurat, menerapkan manajemen keuangan yang baik, menghindari utang konsumtif, serta memahami kebutuhan pribadi.

Annisa juga mengingatkan agar dana investasi berasal dari uang dingin dan informasi mengenai sektor jasa keuangan diperoleh dari sumber yang tervalidasi.

Literasi Keuangan Mahasiswa Masih Perlu Diperkuat

Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Muhammad Ishom mengapresiasi pelaksanaan edukasi keuangan bagi mahasiswa.

Menurutnya, penguatan literasi keuangan semakin penting di tengah semakin luasnya akses generasi muda terhadap berbagai produk dan layanan keuangan.