Wirausaha Gen Z: Solusi Kebijakan atau Pelarian Tanggung Jawab Negara?

Wirausaha Gen Z: Solusi Kebijakan atau Pelarian Tanggung Jawab Negara?

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Penulis: Asmarianti

Penulis adalah mahasiswa Program Doktor Ilmu Administrasi Publik Universitas Negeri Makassar

Di tengah perubahan dunia kerja dan semakin besarnya jumlah anak muda yang harus mencari jalan untuk membangun masa depannya sendiri, kewirausahaan kembali ditempatkan sebagai salah satu jawaban penting dalam pembangunan ekonomi. Namun, di balik semangat tersebut ada pertanyaan yang patut kita renungkan.

Ada satu hal yang sering luput ketika kita berbicara tentang masa depan anak muda: tidak semua orang memilih menjadi pengusaha karena melihat peluang. Sebagian mungkin memilihnya karena tidak menemukan pekerjaan.

Di tengah kondisi tersebut, kewirausahaan kemudian semakin sering ditawarkan sebagai jalan keluar bagi Generasi Z.

Jika lapangan kerja semakin sulit ditemukan, apakah solusinya cukup dengan mengatakan kepada anak muda: “Jadilah pengusaha”?

Ketika negara mendorong Gen Z menjadi wirausaha, apakah negara sedang membuka jalan menuju kemandirian ekonomi atau justru sedang memindahkan risiko pengangguran dari negara kepada individu?

Pertanyaan tersebut penting ketika kita melihat besarnya angkatan kerja Indonesia.

Berdasarkan data BPS teridentifikasi angkatan kerja pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang, dengan penduduk bekerja sebanyak 148,19 juta orang. Tingkat Pengangguran Terbuka tercatat 4,65 persen.

Angka ini memang menurun dibanding Februari 2026, tetapi jumlah orang yang belum terserap dalam pekerjaan tetap menunjukkan besarnya tekanan pasar kerja Indonesia.