Wirausaha Gen Z: Solusi Kebijakan atau Pelarian Tanggung Jawab Negara?

Wirausaha Gen Z: Solusi Kebijakan atau Pelarian Tanggung Jawab Negara?

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Mereka boleh menjadi pekerja, profesional, inovator atau pengusaha. Yang terpenting, pilihan tersebut lahir dari kesempatan dan kemampuan, bukan semata-mata karena tidak ada pilihan lain.

Wirausaha Gen Z seharusnya bukan jalan keluar dari kegagalan negara menyediakan pekerjaan. Ia harus menjadi bagian dari strategi negara menciptakan generasi yang mampu menciptakan nilai, membuka lapangan kerja dan membangun masa depan ekonominya sendiri.

Dan di situlah letak tanggung jawab kebijakan publik: bukan menyuruh generasi muda berani mengambil risiko sendirian, tetapi memastikan mereka memiliki ekosistem yang membuat keberanian itu layak diperjuangkan.

Sumber:

Badan Pusat Statistik. (2026, August 5). Tingkat pengangguran terbuka (TPT), https://www.bps.go.id/).

Fakhri, M., & Lupiyoady, R. (2026). Trust as a moderator in AI adoption among Indonesian MSMEs: A multi-group analysis of necessity versus opportunity entrepreneurship. Advances in Business & Industrial Marketing Research, 4(2), 197–216.

International Monetary Fund. (2026). World economic outlook update, July 2026: Global economy in crosscurrents of war and technology.

Isenberg, D. (2010, June). The big idea: How to start an entrepreneurial revolution. Harvard Business Review, 88(6), 40–50.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. (n.d.). Kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Schumpeter, J. A. (1934). The theory of economic development: An inquiry into profits, capital, credit, interest, and the business cycle. Harvard University Press.