Soal Tanah Palestina yang 'Dijanjikan Tuhan' untuk Bangsa Israel, Bakar Smith: Itu Tidak Ada

Soal Tanah Palestina yang 'Dijanjikan Tuhan' untuk Bangsa Israel, Bakar Smith: Itu Tidak Ada

Achmad Rizki Muazam

Tim Redaksi

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Konflik Israel dan Palestina tidak terlepas dari keyakinan bangsa Israel yang percaya terhadap 'tanah yang dijanjikan Tuhan' (The Promised Land) kepada mereka.

Melansir Republika, klaim sepihak itu, menurut Abdul Wahab Almessiri, seorang intelektual Mesir, merupakan penegasan bahwa tidak ada bangsa lain yang berhak menduduki Palestina kecuali umat pilihan Tuhan.

Dengan demikian, Israel mengklaim bahwa merekalah umat pilihan Tuhan tersebut.

Selain itu, seorang Zionis menyebutkan, Nabi Musa telah menyampaikan janji Allah bahwa tanah Kanaan (Palestina) adalah tanah yang dijanjikan kepada Bani Israil.

Bangsa Israel tidak peduli, apakah sebelum dan sesudah mereka hidup bangsa-bangsa lain di sana. Mereka mengatasnamakan Tuhan untuk memiliki tanah Palestina.

Menanggapi hal tersebut, seorang ulama Indonesia, Bakar Smith, mengatakan bahwa 'tanah yang dijanjikan' itu tidak ada.

Dia menjelaskan, ternyata Nabi Musa tidak pernah menjanjikan tanah apa pun kepada mereka (bangsa Israel), melainkan hanya Bani Israil untuk memasuki tanah Kanaan.

"Itu pun hanya berlaku bagi kaumnya saat itu," ujarnya melalui akun twitter @BakarSmith pada Rabu, 19 Mei 2021.

"Lucunya, Bani Israil menolak mentah-mentah karena wilayah itu telah berpenghuni. Mereka malah menantang Nabi Musa untuk membawa Tuhannya berdua saja untuk berperang melawan penduduknya," tambahnya.

Lebih lanjut, dia menyimpulkan berdasarkan Al-Qur'an Surah Al Maidah ayat 21-26 bahwa Bani Israil bukan penghuni asli dan pertama di tanah Palestina.

"Mereka hanya disuruh memasuki saat itu dan bukan mengklaim kepemilikan atas tanah yang sudah berpenghuni," ujar Smith.

Smith menambahkan, justru Bani Israil menolak tanah tersebut dengan congkak dan malah menantang Nabi Musa.