Jakarta Tidak Sedang Baik-baik Saja, Ini Gambaran Corona yang Bikin Rumah Sakit Kolaps

Jakarta Tidak Sedang Baik-baik Saja, Ini Gambaran Corona yang Bikin Rumah Sakit Kolaps

Effendy Wongso

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Jakarta tidak sedang baik-baik saja, ini gambaran corona yang bikin rumah sakit kolaps. Mungkin ungkapan yang paling tepat untuk kondisi corona yang semakin masif di ibu kota negara RI ini adalah “Jakarta Tidak Sedang Baik-Baik Saja”. Ini anekdot yang memang berlawanan dengan sebuah lagu populer yang pernah dinyanyikan Pingkan Mambo, “Aku Baik-baik Saja”.

Lonjakan kasus Covid-19 terus terjadi hingga kasus baru di Jakarta mencapai 7.505 kasus pada Kamis 24 Juni 2021, seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat 25 Juni 2021. Angka ini merupakan penambahan kasus baru tertinggi selama pandemi Covid-19. Atas penambahan tersebut, jumlah kasus Covid-19 secara total di Jakarta adalah 494.462 kasus.

Sementara itu, total pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh sebanyak 445.450 orang, adapun 8.112 orang dilaporkan meninggal dunia. Untuk kasus aktif Covid-19 di Jakarta kini berada di angka 40.900 kasus.

Sebaran penambahan kasus harian itu merata di seluruh wilayah di DKI Jakarta dengan rincian Kepulauan Seribu terdapat dua kasus, Jakarta Barat 1.550 kasus, Jakarta Pusat 836 kasus. Kemudian, Jakarta Selatan 1.105 kasus, Jakarta Timur 2.310 kasus, dan Jakarta Utara 954 kasus, serta data kasus yang masih dalam proses verifikasi sebanyak 748.

Mengejutkan, Ribuan Anak Terpapar Covid-19

Fakta mengejutkan selanjutnya adalah sebanyak 1.112 dari 7.505 kasus baru di Ibu Kota adalah pasien berusia nol hingga 18 tahun.

"Sebanyak 15 persen dari 7.505 kasus positif hari ini adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis 24 Juni 2021 kemarin.

Dari 1.112 pasien itu, sebanyak 830 orang merupakan anak usia enam hingga 18 tahun dan 282 kasus adalah anak usia nol hingga lima tahun. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta telah mengimbau warga untuk tidak membawa anak-anak keluar rumah.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, ada kemungkinan besar varian baru Covid-19 di Jakarta lebih mudah menular kepada anak-anak usia nol sampai 18 tahun.

“Besar kemungkinan ini adalah varian baru yang dengan mudah menular termasuk kepada anak-anak," terang Anies dalam keterangan virtual kepada wartawan, Selasa 22 Juni 2021.

Untuk itu, Anies meminta agar orang tua waspada dan menjaga anak-anak mereka untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Klaster Kantor dan Klaster Keluarga Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengidentifikasi, penyebaran Covid-19 di Jakarta didominiasi dua klaster, yaitu klaster keluarga dan perkantoran di Jakarta.

"Untuk klaster perkantoran pada 14-20 Juni 2021, ditemukan sebanyak 576 kasus positif dari 105 kantor," beber Dwi dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, klaster keluarga untuk periode 14-20 Juni 2021 sebanyak 10.967 kasus positif dari 912 keluarga. Pemprov DKI Jakarta sendiri telah memperketat aturan bekerja di kantor atau work from office (WFO) menjadi maksimal 25 persen.

Perkantoran di Jakarta diharapkan bisa mengurangi mobilitas karyawannya keluar rumah untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

Sementara itu, hingga Kamis 24 Juni 2021 kemarin, kecamatan di Jakarta dengan jumlah kasus terbanyak, antara lain Ciracas 350 kasus, Cipayung 341 kasus, Kembangan 322 kasus, dan Pulo Gadung 305 kasus.

Rumah Sakit Mulai Dirikan Tenda Darurat

Lonjakan kasus Covid-19 telah berdampak pada penumpukan pasien di rumah sakit rujukan Covid-19. Banyak pasien yang harus dirawat di selasar rumah sakit lantaran seluruh tempat tidur khusus pasien Covid-19 telah terpakai.

Oleh karena itu, Pemprov DKI sudah menambah kapasitas rumah sakit Covid-19, dari semula 103 rumah sakit menjadi 140 rumah sakit. Artinya, saat ini sudah ada 193 rumah sakit rujukan di Jakarta.

"Dari 32 RSUD ada 13 yang menjadi RS khusus Covid-19, seperti RSUD Kramat Jati ini. Lalu, 19 RSUD lainnya 60 persen kapasitas itu disiapkan untuk Covid-19, 40 persen untuk penyakit lain," tulis Anies di akun Instagramnya.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga mengeluarkan surat yang ditujukan kepada seluruh rumah sakit di Jakarta agar membangun tenda darurat sebagai tempat perawatan pasien Covid-19. Surat dengan nomor 6745/-1.773 itu meminta agar rumah sakit melakukan penambahan kapasitas tempat tidur perawatan pasien Covid-19.

Ada empat poin penting dalam surat tersebut yang perlu diperhatikan seluruh rumah sakit di Jakarta. Pertama, mengidentifikasi dan memanfaatkan keberadaan ruangan berkapasitas besar seperti auditorium, aula, ruang pertemuan, ruang serbaguna dan lainnya untuk diubah menjadi tempat perawatan pasien Covid-19.

Kedua meminta rumah sakit mendirikan tenda darurat berkapasitas besar pada ruang terbuka di lingkungan rumah sakit seperti di halaman, tempat parkir, atau lainnnya.

Ketiga, direktur dan kepala rumah sakit diminta untuk menetapkan area perawatan tambahan sebagai area perawatan pasien Covid-19.

Terakhir, pengurus rumah sakit diminta menyampaikan kebutuhan bantuan tenda, velbed, obat-obatan, perbekalan kesehatan dan alat-alat kesehatan lainnya terkait pelayanan Covid-19 ke Dinas Kesehatan DKI Jakarta.