Menurut dia, proyek IKN seharusnya melibatkan partisipasi publik yang memadai, bahkan bila perlu melalui proses referendum.
Seperti diketahui, pembangunan IKN sejak dicanangkan beberapa tahun lalu, kerap menemui kendala
Sejumlah investor yang sudah membangun MoU, ragu berinvestasi di IKN karena tidak yakin dengan prospeknya, sedikit penduduk, biaya logistik mahal, serta regulasi IKN berubah-ubah.
Soal penduduknya yang tidak bakal banyak, sebelumnya sudah diungkapkan Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Velix Vernando Wanggai yakni, sedikitnya bakal ada 1,9 juta orang akan menjadi penduduk di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Penambahan jumlah penduduk tersebut, menurut Velix, secara bertahap akan terwujud pada 2045 sebagai rencana panjang pemindahan ibu kota dari Jakarta ke IKN Nusantara.















