WALHI Tolak Wacana Tanggul Laut Raksasa yang Didorong Prabowo Subianto: Rusak Ekologis Daratan dan Perairan

WALHI Tolak Wacana Tanggul Laut Raksasa yang Didorong Prabowo Subianto: Rusak Ekologis Daratan dan Perairan

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

2. Setiap unit usaha budidaya kerang hijau yang terkena dampak reklamasi mengakibatkan kerugian pembudidaya sebesar Rp 85.599.135,- per unit per tahun. Jumlah unit budidaya kerrang hijau tercatat sebesar 1.155 unit sehingga
total kerugian mencapai Rp 98.867.000.590,- per tahun. Nilai ini diperoleh berdasarkan penghitungan valuasi ekonomi dengan teknik effect on production yang menghitung besaran surplus konsumen dari kegiatan budidaya kerang hijau.

3. Setiap luasan 1 ha tambak yang terkena dampak reklamasi mengakibatkan
kerugian sebesar Rp27.992.943,- per tahun. Luas tambak perikanan di Teluk Jakarta tercatat sebesar 487 ha sehingga menyebabkan total kerugian Rp 13.632.563.241,- per tahun.

Nilai diperoleh berdasarkan penghitungan valuasi ekonomi dengan teknik residual rent yang nilai manfaat ekonomi bersih dengan proyeksi 10 tahun ke depan dan tingkat suku bunga sebesar 5%.

4. Setiap pedagang perikanan memiliki potensi kerugian sebesar Rp. 76.488.078 per tahun atau Rp. 6.374.007 per bulan. Jumlah pedagang yang tercatat berdasarkan hasil identifikasi lapangan adalah 1.561 orang sehingga nilai total kerugian sebesar Rp. 119.397.890.393 / tahun. Nilai kerugian akan terjadi bila pedagang perikanan tidak lagi dapat melanjutkan usaha karena tidak adanya pasokan ikan dari nlayan.

Nilai tersebut dihitung berdasarkan nilai manfaat bersih dengn proyeksi 10 tahun ke depan dan tingkat suku bunga 5 %.

5. Setiap pengolah hasil perikanan memiliki potensi kerugian sebesar Rp97.797.274,- per tahun atau Rp. 8.149.773 per bulan. Secara statistik jumlah pengolah tercatat sebesar 472 orang sehingga dapat diperoleh potensi kerugian sebesar Rp. 46.160.313.328,- per tahun.

Nilai tersebut diperoleh dari hasil rata-
rata nilai manfaat ekonomi bersih dengan proyeksi selama 10 tahun kedepan
dengan tingkat suku bunga sebesar 5%.
Berdasarkan kalkulasi tersebut di atas, proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall
akan memperluas kerugian dan kehilangan ekonomi yang dirasakan oleh nelayan dan
para pelaku perikanan lainnya di pesisir utara Jawa.

Hancurkan Mangrove, Solusi Palsu hadapi Krisis Iklim

Pemerintah mengklaim bahwa proyek ini merupakan skenario mitigasi krisis iklim di
Pesisir utara Jawa. Namun faktanya, proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall
tidak akan mampu menjawab krisis iklim yang dihadapi oleh masyarakat pesisir.

Proyek ini akan mempercepat kehancuran eksosistem mangrove yang selama ini
terjadi di pesisir utara Jawa. Sebagai contoh, akibat beban industri yang sangat berat
di pesisir utara Jawa Tengah, luasan mangrove terus mengalami penurunan.