Martin Luther Day dan Perjuangan Anies Baswedan untuk Keadilan Sosial

Martin Luther Day dan Perjuangan Anies Baswedan untuk Keadilan Sosial

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Ketiga, perjuangan itu terbangun di atas optimisme dan mimpi yang tinggi (I have a dream).

Perjuangan Anies dan Martin Luther Jr.

Saya tidak bermaksud menyamakan keduanya. Karena pastinya punya latar bekakang dan filosofi hidup yang berbeda. Juga keduanya memiliki konteks situasi perjuangan yang berbeda. Tetapi saya melihat keduanya memiliki semangat (spirit) yang sama.

Yaitu memperjuangkan keadilan sosial melalui cara-cara yang damai dengan penuh harapan dan optimisme.

Jika kita mengikuti sepak terjang Anies Rasyid Baswedan lalu diselami langkah-langkah perjuangan Martin Luther Jr., akan didapati dengan jelas bahwa keduanya memiliki semangat juang yang tak tiada henti untuk mewujudkan keadilan sosial itu.

Jika Martin Luther terinspirasi dengan phrase Konstitusi Amerika “Justice for all”, Anies didorong oleh semangat Pancasila “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Selain memiliki semangat dan dorongan yang sama, keduanya juga memiliki karakter yang hampir sama.

Keduanya mampu mengekspresikan ide/gagasan dalam rangkaian kata yang fasih (terstruktur dan jelas) dengan perjuangan yang tidak mengenal lelah. Tapi yang lebih penting keduanya memperjuangkan cita-cita keadilan itu melalui langkah-langkah “non violence” (tanpa kekerasan).

Anies membuktikan bahkan tidak mempermasalahkan, apalagi membalas berbagai serangan, tuduhan, upaya asasinasi karakter, hinaan dan cacian.

Penting pula untuk digaris bawahi bahwa keduanya dalam perjuangan untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan untuk semua itu bersifat inklusif.

Dalam sejarahnya Martin Luther juga tidak sedikit didukung oleh kalangan masyarakat non hitam, termasuk masyarakat berkulit putih bahkan kalangan Yahudi ketika itu.