Serangan-serangan Ahok ke Jokowi dan Kubu 02: Singgung Pelanggaran Konstitusi hingga IKN

Serangan-serangan Ahok ke Jokowi dan Kubu 02: Singgung Pelanggaran Konstitusi hingga IKN

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

"Mau apa pak Jokowi? memang ada dalam konstitusi kita mantan Presiden bisa mengatur presiden terpilih? apakah konstitusi kita mengenal pembagian kekuasan presiden dan wakil presiden? nda ada. Lu cuma tandatangan pakai materai, itu (untuk mengubah perjanjian) bikin pakai materai lagi. itu yang saya khawatir," jelas dia.

Analisa itu memungkinkan bagi Ahok, mengingat Prabowo adalah orang yang melawan Jokowi hingga dua kali pemilu bahkan menuntut ke MK.

4. Ngaku Ditawari Menteri Jika Dukung 02

Saat menjadi pembicara dalam acara Eropa Bersatu: Festival Tiga Jari yang berlangsung di Jerman pada 3 Februari 2024 lalu, Ahok lewat video zoom mengungkapkan ada upaya kubu 02 yang memintanya untuk mendukung Prabowo-Gibran dengan iming-iming jabatan Menteri atau Dirut BUMN.

"Katanya kamu bsia jadi Dirut, Jadi Menteri, bulan Maret ini reshuffle langsung diangkat menteri," ungkap dia.

Ahok mengungkap itu permintaan dari mantan kader PDIP. Menurut dia, mantan kader PDIP yang pindah ke kubu 02 tersebut memintanya mendukung Prabowo-Gibran karena kemungkinan Ganjar akan kalah.

"Persepsi saya, kalau kamu merasa Ganjar kalah, kamu harus keluar all out untuk dia. Yang keluar dari PDIP saya bilang kamu masih ingat jasanya? saya napi jadi komut, dia juga yang jadikan saya napi," ungkap Ahok lagi.

5. Sebut Capres yang Sudah Tidak Sehat dan Emosional

Dalam sebuah video yang viral di media sosial, Ahok terlihat menyakinkan seorang ibu berusia 82 tahun yang memilih Prabowo-Gibran. Mantan Gubernur DKI tersebut menilai bahwa Ganjar merupakan sosok yang diyakini bisa memimpin negeri.

"Persoalan pilih presiden kita tidak mau pilih orang yang sudah tidak sehat, emosional, tidak terbukti bisa kerja. Nah ini presiden loh, dan lagi pula kita khawatir kalau tiba-tiba Gibran yang naik (jadi presiden)," ungkap Ahok lagi.

Ahok mengaku Gibran cuma 2 tahun jadi Wali kota dan itu belum bisa membuatnya teruji. Dia pun mengungkapkan belum ada bukti Gibran bisa bekerja selama menjadi Wali Kota.

6. Sebut IKN di Kalimantan Timur Untungkan Geng Tertentu

Masih dalam video itu, ibu berusia 83 tahun berusaha berargumen tentang pilihannya yang memilih Prabowo. Menurut dia, Prabowo melanjutkan misi Jokowi untuk memintahkan Ibu Kota ke Kalimantan, seperti keinginan Bung Karno.