“Saya minta, nanti MIND ID dan Kementerian ESDM dapat memastikan bahwa pengembangan hilirisasinya bisa jalan secara menguntungkan,” ujar Luhut.
Luhut menegaskan pentingnya kelancaran proses transaksi, yakni urusan perizinan yang tertunda segera dikeluarkan dalam minggu ini untuk memastikan kelancaran proses transaksi akuisisi.
“Terakhir, saya minta perizinan-perizinan yang masih belum selesai, terutama IUPK, bisa segera dikeluarkan pada minggu ini,” kata Luhut.Luhut menyebut, adanya divestasi ini juga menjadikan Pemerintah Indonesia sebagai pemegang saham terbesar PT Vale Indonesia.
“Saya kira hari ini adalah hari yang penting karena akan menandai Pemerintah Indonesia melalui MIND ID menjadi Pemegang Saham terbesar PT Vale Indonesia,” ujar Luhut.
Luhut merinci, adanya langkah tersebut juga berperan dalam program hilirisasi nikel Indonesia, khususnya untuk memasok produk turunan nikel ke pasar Eropa dan Amerika Serikat.
PT Vale Indonesia, menurut Luhut, merupakan perusahaan dengan cadangan nikel terbesar di Indonesia, nantinya diharapkan dapat memainkan peran penting dalam program hilirisasi nikel.
“Hal tersebut (divestasi) akan menjadi satu hal yang penting dalam program hilirisasi nikel Indonesia kedepannya, terutama untuk mensuplai produk turunan nikel kepada pasar Eropa dan IRA-Amerika Serikat,” ujar Luhut.














