"Konsisten mengupload 2 sampai 3 konten reel setiap hari, dengan sendirinya jangkauan reel kami meningkat," ungkap Syafaat.
Mengelola akun media sosial desa, admin harus jeli memilah video sebelum di upload.
Sejauh ini, setelah kami amati perkembangan akun, penonton lebih banyak meminati video-video singkat yang menarik, unik dan viral.
"Misalnya saja video iring-iringan tukang sayur seperti Moto GP, video ma'buntun kapurung, dan video edukasi sangat ramai dikunjungi penonton hingga melebihi ribuan pemutaran," ucap Safaat.
Sukses Turunkan Angka Stunting secara Signifikan

Baebunta merupakan salah satu desa yang angka stating tertinggi di Kecamatan Baebunta. dengan angka stunting awal sebanyak 98 balita.
Stunting merupakan suatu kondisi pada anak yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang baik. Kondisi stunting rupanya tak cukup familiar bahkan sering tidak dipahami oleh masyarakat umum. Tak heran jika masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya apa itu stunting.
Pemerintah Desa Baebunta melaksanakan Rembug Stunting sekali setahun pada saat Musdes RKPDes menghadirkan narasumber dari puskesmas serta mengundang unsur dari Perangkat Desa, BPD, Lembaga Desa (RT/RW, Kadus, Kader KPM), Kader Posyandu, Masyarakat dll.
"Saya pribadi belum sependapat dengan puskesmas mengenai penyebab Stunting karna menurut saya Stunting juga ada dari faktor genetik," Ucap Sekdes Baebunta.
Dalam satu tahun terakhir, Stunting mengalami penurunan yang awalnya 98 balita sekarang menjadi 45 balita. Pemerintah desa melakukan intervensi langsung selama 3 bulan sesuai kebutuhan dan termasuk program PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dengan memberikan Vitamin, susu dan telur yang bersumber dari dana desa dengan anggaran sejumlah kurang lebih 27 juta.
Safaat menjelaskan bahwa ada dusun yang menyumbang angka stunting tertinggi di desa Baebunta, yaitu Dusun Rante Paccu.
"Masih sama seperti tahun lalu, dusun Rante Paccu masih tetinggi angka stuntingnya," tutup Safaat.















