Terkini - Beredar rekaman telepon diduga pengakuan seorang pekerja dari bandar Judol Indonesia inisial T mengungkap cara menipu korban agar mau menyetorkan sejumlah uang.
Sosok pekerja bandar judol Indonesia inisial T itu disebut merupakan warga negara Indonesia (WNI) di Kamboja yang menjadi korban perdagangan manusia.
"Masih ( Inisial T). Berikut rekaman kami saat bicara dengan korban perdagangan manusia yang awalnya kami masuki perangkatnya, akhirnya dia mau jujur smua. Retweet 1k dan like kami akan bongkar Cctv dan lokasi serta IP address lengkap, agar juga di respon Menlu RI CCICPolri," demikian keterangan postingan akun X @dhemit_is_back yang mengunggah rekaman telepon itu, dikutip terkini pada Sabtu, 27 Juli 2024.
Dalam rekaman telepon itu, terdengar suara seorang pria yang diduga merupakan pekerja bandar judol Indonesia inisial T.
Pria WNI itu awalnya mengungkap terkait pekerjaan yang dilakukannya di tempat kerjanya saat ini di Kamboja.
"Kerjanya itu nyari pasangan. Pasangan itu nanti kita rayu-rayu ada pekerjaan bisnis. Terus kita bilang gini 'sayang coba ini kamu login daftar'," kata pria yang tak disebutkan identitasnya itu.
Setelah berhasil membujuk korbannya untuk mendaftar di link situs judol yang dikirimnya, korban pun lalu dibujuk untuk menyetorkan alias mendeposit sejumlah uang.
"Terus kita rayu supaya mau deposit, bilangnya begini 'sayang aku mau ke Makau ada perjalanan bisnis, mau benerin sistem kasino'. Nah nanti dikirim link 'coba deh bisa nggak sayang?'. Nah dia disuruh daftar terus depo (deposit uang)," tuturnya.
Deposit korban itu, kata dia, tak bisa ditarik kembali. Adapun untuk menarik kembali uang deposit tersebut maka korban harus menyetorkan lagi sejumlah uang.
"Depo itu nggak bisa ditarik. Supaya bisa ditarik harus depo lagi. Nanti itu udah, selesai nggak dapat apa-apa," ungkapnya.
Ia pun memberi contoh yang lebih jelas bagaimana sistem situs judi online tersebut mengambil uang korban.















