Ngaku Bisa Penjarakan Orang, Yasmin Asisten Stafsus Presiden Minta Maaf

Ngaku Bisa Penjarakan Orang, Yasmin Asisten Stafsus Presiden Minta Maaf

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

"Dengan demikian, semalam unggahan saya merespons utas di platform X saya hapus berikut dengan menutup akun pribadi saya," ungkapnya.

Ia pun mengaku siap bertanggung jawab atas perilakunya di media sosial tersebut yang telah membuat gaduh masyarakat.

"Sebagai warga negara yang patuh pada hukum, tentu saya siap dengan segala konsekuensi yang timbul dari peristiwa ini. Ini adalah murni tanggung jawab saya pribadi," ujar Yasmin.

Sebelumnya, Yasmin yang diketahui merupakan asisten Stafsus Presiden di bawah institusi Kementerian Sekretariat Negara, terlibat perseteruan dengan seorang pengguna media sosial bernama Dheo Cahyo.

Perseteruan itu bermula saat Yasmin mengunggah sebuah postingan di media sosialnya dimana dirinya mencari mencari buzzer untuk direkrut menjadi pembantu asistennya dengan gaji Rp23 juta dari negara.

"Halo buzzer spicy mau direkrut jd pembantu asisten gue ga? Negara gaji 23 juta," demikian isi postingan Yasmin Nur lewat unggahannya di akun X @yasminsakti beberapa hari lalu.

Unggahannya itu pun sontak ditanggapi oleh seorang netizen bernama Dheo Cahyo.

Cahyo melalui cuitannya di X menyebut bahwa Yasmin yang mengklaim dirinya sebagai data analyst, tidak memiliki kemampuan yang memadai di bidang tersebut.

Menanggapi pernyataan Cahyo, Yasmin pun membangga-banggakan dirinya sebagai asisten stafsus Presiden Jokow.

"Seseorang yang kurang kompeten itu menduduki posisi penting sebagai asisten staf khusus presiden," tulisnya menanggapi pernyataan Dheo Cahyo.