"Kita udah berkoordinasi dengan Dinsos, penyaluran yang paling mudah perizinannya atau tanpa perizinan itu ke bencana alam," ujar Garry.
Menanggapi pernyataan Garry tersebut, Teh Novi pun mengaku setuju. Menurutnya, awalnya uang itu diperuntukkan untuk biaya pengobatan mata Agus. Namun, Agus ternyata tak pernah datang ke rumah sakit untuk melakukan pengobatan.
"Kita sudah berbaik hati untuk menawarkan berkali-kali. Bahkan, kita bersurat. Bahkan, kita bilang kita depositkan ke rumah sakit JEC. Berapa nominalnya kita depositkan, dipakai," ungkap Novi.
Novi pun menilai, penyaluran uang donasi Agus sebesar Rp1,3 miliar kepada korban bencana alam di NTT merupakan pilihan terbaik untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya terhadap donasi tersebut.
"Ya sudah, tanggung jawabnya sudah selesai sampai di sini," ujarnya.















